Pada tanggal 12 Mei 2015, kami kembali melakukan sosialisasi tertib lalu lintas di Pangkalan Ojek pertigaan Batusari. saat kami sampai di tempat, para tukang ojek sedang berkumpul di bawah rindang nya pohon sambil bermain catur. kemudian beberapa teman saya menyampaikan kepada salah satu tukang ojek, yang bernama Pak Agus, bahwa kami ingin memberikan sedikit penyuluhan tentang tertib lalu lintas, yang kemudian di sambut baik oleh mereka. Pak Agus menanyakan tentang apa saja yang ingin kami ketahui, dan mengatakan bahwa dia dan kawan-kawan nya tidak keberatan.
Kemudian kami duduk dan bergabung dengan mereka, kami mulai bertanya-tanya mengenai kegiatan ojek mereka. Seperti berapa banyak pelanggan yang di dapat dalam sehari. Ternyata lumayan juga, mereka bisa mendapat 5 -8 orang penumpang perhari, per tukang ojek nya. Dan tarif yang di kenakan tergantung seberapa jauh penumpang itu pergi.
Kemudian kami mulai memberikan penyuluhan mengenai tertib lalu lintas, kami berkata bahwa keadaan jalan di Jakarta dari hari ke hari tidak menunjukkan perbaikan dalam hal kemacetan lalu lintas, malah yang ada semakin parah tiap harinya. Sebagai pengguna jalan setiap hari nya, tukang ojek seharusnya tertib lalu lintas, seperti contoh nya, tidak menerobos lampu merah, menggunakan helm dalam berkendara, memiliki SIM, tidak menembus jalur busway dll.
Mungkin apa yang kami berikan tidak berarti besar bagi jalan di Jakarta, tapi setidaknya hal kecil dapat berguna kedepan nya.
Apa yang kami sampaikan ditanggapi baik oleh tukang ojek, mereka hanya mengangguk-angguk dan kemudian mengatakan bahwa mereka cukup tertib lalu lintas selama ini, dan semua tukang ojek di sana memiliki SIM.
Sabtu, 23 Mei 2015
Kamis, 14 Mei 2015
Pangkalan Ojek Jalan U
Semester ini, mahasiswa yang mendapat CB Interpersonal DEvelopment disuruh melakukan sosialisasi oleh TFI. Mengenai topik sosialisasi sendiri, di serahkan kepada dosen untuk menjelaskan kepada mahasiswa dan bagaimana kemauan dosen mengenai kerja sosial nya.
Saya dan teman-teman saya yang berasal dari kelas LK21, mendapat tugas community service untuk mengunjungi dan melakukan sosialisasi dalam berntuk apapun kepada komunitas tertentu yang dapat kami tentukan sendiri.
Akhirnya kami dari kelompok 6 yang terdiri dari :
Arifianty Tantriana, Yusilia Amanta, Patricya Moniaga, Yosafat Deny, Bagus Adhi Putra, Christyanto Tjandra dan Albert Firman memilih untuk melakukan sosialisasi kepada Komunitas Tukang Ojek mengenai Tertib Lalu Lintas.
Latar belakang kami memilih Komunitas Tukang Ojek dikarenakan sampai sekarang jalanan Jakarta masih macet di mana-mana, dan Tukang Ojek adalah sedikit dari banyak nya pengguna jalan di Jakarta. Maka tujuan kami adalah memberikan sosialisasi berupa tertib berlalu lintas dengan harapan akan mengurangi pengguna jalan yang ugal ugalan.
Pada tanggal 11 Mei 2015 kami mulai melakukan sosialisasi. Pangkalan Ojek pertama yang kami datangi adalah Pangkalan Ojek Jalan U.
Saya dan teman-teman saya yang berasal dari kelas LK21, mendapat tugas community service untuk mengunjungi dan melakukan sosialisasi dalam berntuk apapun kepada komunitas tertentu yang dapat kami tentukan sendiri.
Akhirnya kami dari kelompok 6 yang terdiri dari :
Arifianty Tantriana, Yusilia Amanta, Patricya Moniaga, Yosafat Deny, Bagus Adhi Putra, Christyanto Tjandra dan Albert Firman memilih untuk melakukan sosialisasi kepada Komunitas Tukang Ojek mengenai Tertib Lalu Lintas.
Latar belakang kami memilih Komunitas Tukang Ojek dikarenakan sampai sekarang jalanan Jakarta masih macet di mana-mana, dan Tukang Ojek adalah sedikit dari banyak nya pengguna jalan di Jakarta. Maka tujuan kami adalah memberikan sosialisasi berupa tertib berlalu lintas dengan harapan akan mengurangi pengguna jalan yang ugal ugalan.
Pada tanggal 11 Mei 2015 kami mulai melakukan sosialisasi. Pangkalan Ojek pertama yang kami datangi adalah Pangkalan Ojek Jalan U.
Ada beberapa tukang ojek yang sedang mangkal, namun mereka awalnya menolak untuk di wawancarai dan duduk terpisah dari pangkalan nya. Kemudian kami mendatangi satu yang duduk di sana. Bapak tersebut bernama Pak Wawan, dia duduk termenung sendiri ketika kami datang kemudian kami minta ijin untuk melakukan sosialisasi.
Salah satu teman saya mencoba untuk menanyakan ijin kepada Pak Wawan, awalnya dia sedikit keberatan karena dia seperti tidak merespon apa yang kami katakan. Kemudian dia setuju. Kami memulai memberikan sedikit pertanyaan mengenai apakah beliau memiliki Surat Ijin Mengemudi. Lalu memberitahu bahwa kami memiliki tugas perkuliahan dan memberikan sosialisasi kepada nya.
Pak Wawan mendengarkan dengan saksama dan mengatakan bahwa dia merupakan orang yang mengendarai motor dan mengutamakan keselamatan.
Kemudian setelah berbincang-bincang, kami meminta foto bersama dengan nya.
Arifianty Tantriana - LK21 - 1701314904
Langganan:
Postingan (Atom)




